Film Stand By Me Doraemon, Perpisahan Mengharukan Nobita Dan Doraemon

 Film animasi yang paling ditunggu-tunggu oleh publik tanah air “Stand By Me Doraemon” (Tetaplah Bersamaku, Doraemon) akhirnya resmi dirilis hari ini (10/12) di jaringan bioskop Blitzmegaplex, Cinemaxx Theater dan Platinum.

Alasan utama filmnya begitu dinantikan tak lain adalah karena Stand By Me merupakan film terakhir Doraemon dan sekaligus peringatan 80 tahun dari Fujiko F Fujio, sang kreator robot kucing biru dari abad ke-22 ini.

Tidak seperti versi animasinya yang tampil dalam format 2 Dimensi, Stand By Me Doraemon menampilkan semua karakter mulai dari Doraemon, Nobita, Giant, Suneo, Shizuka, dalam versi 3-Dimensi berteknologi terbaru dengan grafis yang sangat memukau.

Stand By Me Doraemon akan mengisahkan kembali dari awal sejarah Doraemon dan kawan-kawannya.

Sewashi, cucu dari Nobita yang berasal dari abad 22, datang bersama robot kucing bernama “Doraemon” ke masa sekarang untuk membantu kakek nya yang memiliki kehidupan yang suram di masa depan jika tidak segera ditolong. Sewashi bahkan memberitahukan bahwa Nobita di masa depan ditakdirkan menikah dengan Jaiko, adik dari Giant.

Sewashi memberikan tugas kepada Doraemon untuk menjaga dan membuat Nobita bahagia. Jika tugasnya itu selesai, Doraemon baru bisa kembali lagi ke abad 22.

Dengan cepat Doraemon dan Nobita pun seperti tak terpisahkan lagi. Ia selalu menuruti semua kemauan Nobita lewat alat-alat canggih dari kantong ajaibnya. Alat untuk menolongnya dalam belajar, alat supaya ia tak lagi terlambat kesekolah, sampai alat untuk menjahili dua ‘musuh bebuyutan’nya, Giant dan Suneo.

Termasuk juga waktu Nobita meminta Doraemon untuk mengeluarkan alat yang bisa membuat Shizuka jatuh cinta kepadanya.

Waktu berlalu begitu cepat, dan saat kemudian Nobita menemukan kebahagiannya, tibalah saatnya untuk Doraemon mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat sejatinya itu.

Stand By Me Doraemon dipastikan akan membuat para penontonnya bernostalgia ke masa-masa kecil saat pertama menyaksikan serial animasinya di layar kaca atau saat membaca komiknya.

Tak heran banyak sekali penonton yang mengaku menangis saat menyaksikan filmnya. Terlebih lagi dengan tambahan alunan musik yang ‘menyayat hati’ di adegan-adegan sedih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s