Ini Dia Bripda Taufik Polisi Asal Yogya Yang Tinggal di Bekas Kandang Sapi

Profil Bripda Taufik seorang polisi sederhana asal Yogya yang tinggal di bekas kandang sapi, membuka mata tentang masih adanya kejujuran yang dalam di institusi polri. Ketika Kepolisian RI tengah diterpa isu dengan status Budi Gunawan, calon kapolri yang tersangka KPK, Bripda Taufik menjadi semacam ‘penawar luka’. Kisah hidupnya membuktikan, uang bukanlah segalanya.

Selama ini citra polisi di mata masyarakat cenderung kurang baik. Banyak yang mengira, masuk ke institusi ini harus ‘bermodal’ ini dan itu. Banyak juga yang mengeluh seputar sepak terjang oknum polisi lalu lintas. Belum lagi kasus rekening gendut yang kembali mengemuka setelah penunjukan Budi Gunawan oleh Joko Widodo. Walaupun Kompolnas menyebut Budi bersih, KPK memiliki bukti yang berbeda.

Namun kini muncul kisah mengharukan dari Brigadir Dua Muhammad Taufik Hidayat. Ia yang merupakan anggota Sabhara Polda DIY tinggal di Dusun Jongke Tengah RT 04/23, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Bripda Taufik adalah sosok sederhana. Ia terbiasa berjalan kaki sejauh lima kilometer untuk berdinas di Mapolda DIY.

Selain itu, Bripda Taufik menempati bekas kandang sapi yang ukurannya 2,5 x 5 meter. Ia tidak sendirian di situ. Ada sang ayah dan satu adik sang Bripda yang tinggal di sana.

Kondisi keuangan keluarga yang kurang mampu memang mewarnai hari-hari Bripda Taufik. Namun ia bukan orang yang mudah berkecil hati. Dengan kesederhanaan itu, ia tetap bisa lolos seleksi kepolisian. Bagai menjadi jawaban, bahwa mereka yang menggunakan ‘jalan depan’ tetap bisa bergabung sebagai polisi.

Kondisi ekonomi keluarga Bripda Taufik sempat tidak diketahui pimpinan maupun rekan-rekan di kepolisian. Barulah ketika sang bripda terlambat dan mendapat teguran, terkuak  kejadian sebenarnya. Melihat Taufik yang sederhana dan tetap tegar menjalani tugasnya mengabdi untuk negara, semua mengangkat jempol,

Direktur Sabhara Polda DIY, Kombes Pol Zulsa Sulaiman pun menuturkan, “Saya bangga dengan Taufik. Semoga ini menjadi motivator anggota lainnya.”

Senada dengan itu, Wakapolri Badrodin Haiti juga memberikan salut untuk perjuangan Bripda Taufik. Disampaikannya, “(kisah Bripda Taufik ini) bukti bahwa masuk polisi tidak bayar dan semua orang mempunyai kesempatan yang sama, tanpa diskriminasi, untuk menjadi polisi.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s