Pesepakbola Argentina Tewas Tabrak Tembok Pinggir Lapangan

emanuel-ortega_20150515_054013

Pemain muda Argentina, Emanuel Ortega, meninggal dunia pada Kamis (15/5/2015) pagi waktu setempat, setelah mengalami cedera kepala serius.

Ortega mengalami cedera tersebut saat tampil membela San Martino Burzaco pada pertandigan lanjutan Primera C melawan Juventud United, di Estadio Francisco Boga, Senin, 4 Mei 2015 lalu.

Pada sebuah momen, Ortega yang sedang membawa bola di pinggir lapangan ditabrak oleh salah satu pemain lawan.

Tubuh Ortega kemudian kehilangan keseimbangan dan kepalanya membentur dinding beton yang berada di tepi lapangan.

Pascainsiden tersebut, Ortega sempat menjalani dua kali operasi retak tulang tengkorak pada pekan lalu. Namun, nyawa Ortega tidak tertolong lagi.

Manajer San Martin, Cristian Ferlauto, mengkritik adanya tembok beton yang hanya beberapa meter dari pinggir lapangan.

“Tembok tersebut hanya beberapa meter dari garis lapangan,” tegas Ferlauto.

“Itu gila. Tidak ada perlindungan. Pengamanan hanya memikirkan suporter dan membuat pagar tinggi agar mereka tidak bisa melempar batu. Namun, ada sesuatu yang lebih penting.”

Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memutuskan membatalkan menggelar pertandingan pada akhir pekan ini sebagai bentuk simpati atas meninggalnya Ortega.

“Perpisahan yang menyedihkan. Sepak bola Argentina akan memakai pita hitam untuk Emanuel dan menemani keluarga dan rekannya dalam masa berkabung,” jelas AFA dalam pernyataan resminya.

Insiden Sepak Bola

Tanggal 8 Mei 2015 lalu, insiden juga terjadi di lapangan bola. Ketika itu, Tim Nicot menjadi pesepakbola Belgia meninggal akibat serangan jantung.

Ia bermain di klub Wilrijk-Beerschot yang berada di kasta keempat Liga Belgia.

Insiden serangan jantung yang dialaminya terjadi saat dia sedang bermain di sebuah turnamen di Hemikse, Jumat (08/05/2015).

Sesaat setelah insiden itu, demikian BBC melaporkan, dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma. Namun, klubnya memastikan bahwa ia meninggal dunia pada Senin (11/05).

Klub yang dibela Nicot mengeluarkan pertanyaan bahwa ia “berjuang seperti beruang” dan merupakan “idola para pendukung klub”.

Ia digambarkan “selalu berada dalam suasana hati yang riang, dan berkali-kali melakukan ‘selfie’ dengan para pendukung”.

Belum lama ini, pemain Belgia yang berlaga untuk klub Lokeren, Gregory Mertens (24 tahun) meninggal dunia sesudah terjatuh dalam sebuah pertandingan.

Tiga tahun lalu, pemain Bolton Wanderers, Fabrice Muamba mengalami serangan jantung dalam pertandingan Piala FA melawan Tottenham Hotspurs.

Muamba sempat berada “dalam keadaan menyerupai mati” selama 78 menit, tetapi kemudian bisa bertahan hidup sekalipun tak pernah main sepak bola lagi.

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s