3 Pangeran Arab Usaha di Dunia Teknologi

fgqdri44mgqz8kicsfxf
Pangeran Alwaleed
Pemimpin tertinggi Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, berkunjung ke Indonesia pada sejak 1 Maret lalu hingga 9 Maret mendatang. Berbagai pembicaraan di media sosial dan juga pemberitaan belakangan ini terus menyoroti Raja Salman.
Hal lain yang menjadi sorotan dari kunjungan Raja Salman adalah para pangeran Arab Saudi, yang beberapa di antaranya mengikuti sang raja ke Indonesia. Tentu saja para pangeran ini terkenal dengan kekayaan dan wajah yang dianggap tampan oleh kaum hawa.
Kekayaan para pangeran Arab Saudi ini berasal dari bisnis yang tersebar di berbagai bidang, salah satunya teknologi. Apalagi, saat ini Arab Saudi tengah melakukan transformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis minyak.
Diketahui, ada tiga pangeran Arab Saudi yang ternyata turut bergelut di bidang teknologi. Ketiga pangeran itu adalah Mohammed bin Salman Al Saud, Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, serta pangeran Fahad bin Faisal Al Saud.
Berikut ini kisah singkat seputar kiprah ketiganya di dunia teknologi.
Mohammed bin Salman Al Saud
h6u7qrain36befb5suxa

Pangeran Mohammed bin Salman

 

Mohammed adalah anak kandung Raja Salman dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi. Ia lahir pada 31 Agustus 1985 di Jeddah. Untuk pendidikan, Mohammed memiliki gelar Sarjana Hukum dari Universitas King Saud, Arab Saudi.
Calon pengganti ayahnya ini dikabarkan terlibat bisnis dalam bidang teknologi, tepatnya perusahaan telekomunikasi dan internet asal Jepang, SoftBank. Perusahaan ini juga sangat agresif dalam memberi suntikan dana ke sektor teknologi.
Pada Oktober 2016, Pangeran Mohammed dikabarkan ikut berinvestasi bersama investor teknologi Jepang, Masayoshi Son, untuk memberikan bantuan dana bagi SoftBank, yang totalnya mencapai 100 miliar dolar AS.
Dengan dana ini, SoftBank akan membuka kantor di London, Inggris, dengan rincian dana 45 juta dolar AS yang dikucurkan dari Arab Saudi. Mohammed manyatakan, Arab Saudi memiliki misi baru untuk meningkatkan perekonomian negara agar tidak tergantung pada minyak saja.
Ide yang ia namakan ‘Vision 2030’, merupakan perencanaan negara untuk mendapatkan pemasukan dari bidang-bidang selain minyak, termasuk teknologi. Bahkan, pada 2016 lalu Mohammed mengunjungi kawasan teknologi terkenal di Amerika Serikat, Silicon Valley, dan menemui CEO Facebook, Mark Zuckerberg, serta CEO Mircrosoft, Satya Nadella.
Perusahaan transportasi online, Uber, juga ‘kecipratan’ dana segar dari Arab Saudi sebesar 3,5 miliar dolar AS.
Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud
ox31abaknaaqgs9ixh2f
Sebagai pangeran terkaya di Arab Saudi, bisnis Alwaleed terbentang luas di berbagai bidang, seperti perbankan, properti, hingga teknologi. Pangeran Alwaleed adalah putra dari Pangeran Talal, putra ke-20 mendiang Raja Arab Saudi, Raja Abdulaziz.
Alwaleed menjalani masa studi di dua universitas di Amerika Serikat, yaitu Menlo College dan Universitas Syracuse. Kekayaan Alwaleed kini diperkirakan ada sekitar Rp 223,9 triliun.
Pada akhir 2015 lalu, Pangeran Alwaleed berinvestasi di perusahaan transportasi online asal Amerika Serikat, Lyft, yang merupakan saingan dari Uber. Alwaleed kabarnya mengucurkan dana sebesar 247,7 juta dolar AS untuk mendapatkan penguasaan 5,3 persen saham Lyft.
Alwaleed juga sebelumnya telah memiliki lima persen penguasaan saham dari situs jejaring sosial Twitter. Menurut Fortune, Alwaleed berinvestasi sebesar 300 juta dolar AS untuk Twitter pada 2011 lalu.
Pada tahun 2015, Alwaleed sempat dirumorkan akan turut berinvestasi di media sosial lainnya, yaitu Snapchat, namun hal itu tak terjadi. Rumor ini berkembang setelah Alwaleed tertangkap kamera sedang bertemu secara langsung dengan CEO Snapchat, Evan Spiegel.
Fahad bin Faisal Al Saud
we3lgisxvet9vpq0ocki
Pangeran Fahad adalah Kepala Urusan Pelajar Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di Kedutaan Besar yang bertempat di Los Angeles, Amerika Serikat. Pangeran yang memiliki gaya ‘kekinian’ ini juga sedang bergelut dengan bisnis pengembangan dan riset untuk proyek energi alternatif di kota tersebut bersama UCLA (University of California, Los Angeles).
Pangerah Fahad lahir di Taif dan menjalani studi tradisional di Arab Saudi. Kemudian ia melanjutkan studinya di Universitas Stanford, AS, untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik Mesin, dan gelar kedua dalam studi Ilmu Manajemen.
Fahad memilih untuk berkarier sebagai seorang entrepreneur teknologi. Pada 2008, setahun setelah lulus dari Stanford, Fahad diangkat menjadi Kepala Analisis dan Operasional Facebook berbahasa Arab. Fahad ditargetkan untuk meluncurkan Facebook berbahasa Arab pada 2009, yang kemudian berhasil ia realisasikan.
Facebook Arab dianggap telah merevolusi komunikasi dan dapat mengembangkan talenta-talenta yang dimiliki orang-orang berbahasa Arab.
Pangeran Fahad kemudian mendirikan berbagai bisnis startup dalam bidang teknologi, yakni NA3M Games, yang menciptakan game-game mobile, dan Appiphany, pengembang aplikasi InstaFeed yang dapat mengatur lini masa Instagram sesuai keinginan pengguna.
Kiprahnya di industri game mobile tidak berhenti sampai di situ, Pangeran Fahad juga terlibat sebagai co-founder Popover Games, sebuah pengembang game sosial-kasino yang memungkinkan pemainnya menggunakan berbagai macam bahasa dalam obrolannya. Kemudian Popover dibeli oleh pengembang game kasino sejenis lain, Playsino.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s